Tuesday, August 29, 2006

Astroz yang untuk Ladies

Karena newbie di dunia sepeda, aku benar-benar hanya mengandalkan penampilan dan sedikit uji coba terhadap Astroz-ku. Setelah cek sana-sini, ternyata Astroz yang kubeli adalah tipe untuk Ladies. Tapi tak apa, toh istriku juga ingin belajar bersepeda dan sepeda ini memang sepeda untuk keluarga.

Sampai saat ini baru sekali aku coba untuk ikutan ke gunung dan hasilnya memang perlu perubahan di sana-sini terutama untuk ban. Ban yang sekarang harus diganti dulu dengan ban khusus untuk di trek pegunungan. Dan berhubung masih dalam masa penghematan, keinginan itu harus ditunda dulu. Jadilah selama ini menjajal trek jalan raya dulu. Sekali-kali lewat perkampungan, namun tetap tidak bareng pesepeda gunung yang lain.

Aku pikir aku masih perlu waktu untuk menuju ke gunung.

Friday, May 12, 2006

Setelah Astroz? Aksesoris dong...

Ngebrowse tentang sepeda, sampailah di blog My Genjot Story nya Igo Mappangara. Ada satu tulisan tentang Riding Safely. Jadilah punya rencana untuk beli segala perlengakapan yg disaranin blog tersebut. Cuma carinya dimana ya? Ngebrowse lagi sampai ketemu situs MTB Indonesia, dan dilink Toko Sepeda didapatlah daftar toko sepeda. Tapi nyari toko yg buka after office hour di Bogor, ternyata nggak ketemu. Kenapa nggak nanya sama yg sudah pengalaman aja ya? Masuklah jadi member di milis mtb-indonesia. Lalu kenalan dan dapat informasi dari Kang Dani b2w ti Bogor kalau di Ekalokasari Plaza Bogor ada counter yg jual produk Rodalink. jadilah sore pulang kantor, hunting ke sana. Sayang counternya kecil, pilihannya juga sedikit. Tapi jadi juga beli kunci L-nya Polygon dan kunci pengaman sebagai oleh-oleh.

Week-end, istri ngajak ke Bandung. Jadilah Astroz untuk sementara tinggal di Bogor dulu. Maklum, Astroz belum mampu menggeser tas-tas bawaan di Kijang LGX. Tapi namanya baru jatuh cinta sama sepeda, di Bandung belanja juga ke Rodalink Otista Bandung. Dan tak terasa habis 800 ribuan untuk macam-macam aksesoris. Tapi nggak apa-apa lah, namanya juga perlengakapan pendukung. Harus ada dong...
22 April 2005: Sepeda Astroz-ku

Alhamdulillah, jadi juga akhirnya punya sepeda.
22 April 2005 berpindahlah satu Polygon Astroz dari ITC Depok ke teras rumah.
Kenapa harus beli sepeda? Hasil medical check up di RSPI ternyata total klosterol 391 ! Rekomendasi dokter selain diet lemak juga mulai untuk berolahraga. Entah kenapa yang kepikiran waktu itu adalah olahraga sepeda.


Jadilah esok harinya (Minggu) Astroz-ku meluncur di Jl. Pandu Raya Bogor. Ini olahraga pertama, jadi harus pelan-pelan. Santai dan ternyata sepeda memang mengasyikkan. Dan sejak itu, setiap pagi sebelum berangkat ke kantor di Jakarta, kulewatkan 30 menit bersama my beloved Astroz. Lumayan, memberi kesegaran sebelum menjalani macetnya Jakarta.